DTI 2026 Dorong Kolaborasi Wujudkan Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat
Jakarta, 7 Agustus 2026 – Digital Transformation Indonesia (DTI) Series 2026 resmi diselenggarakan pada 5–6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Memasuki tahun penyelenggaraan kelima, acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bhakti Postel ke-81 sekaligus memperkuat fondasi transformasi digital nasional, dengan mengusung tema besar “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat”.
DTI Series 2026 menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan unsur pemerintah, regulator, pelaku industri, akademisi, penyedia solusi teknologi, hingga masyarakat, dalam rangka membahas perkembangan dan pemanfaatan teknologi digital di Indonesia. Penyelenggaraan tahun ini menghadirkan empat platform yang berlangsung secara bersamaan, yaitu Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX), Data Center Tech Indonesia Conference & Expo (DCTI-CX), DTI-HR (Human Resource Transformation), serta Cyber Resilience & Defense (CRD-CX), yang menyasar 16 sektor strategis mulai dari pemerintahan, jasa keuangan, kesehatan, telekomunikasi, hingga manufaktur.
Selama dua hari pelaksanaan, DTI Series 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan berupa konferensi strategis, seminar, diskusi panel, pameran teknologi, demonstrasi produk, serta sesi networking yang dapat diakses pengunjung secara gratis. Panitia penyelenggara mencatat lebih dari 260 pembicara, 450 solusi teknologi, dan 133 sesi konferensi yang digelar sepanjang acara, dengan target partisipasi lebih dari 13.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan. Topik yang diangkat berfokus pada perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber, pusat data, komputasi awan, infrastruktur digital, serta pengembangan talenta digital sebagai fondasi menuju ekosistem digital yang berkelanjutan.
Rangkaian acara ini diselenggarakan oleh Adhouse Clarion Events dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), dan Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM) Indonesia.
Hari Pertama: Keamanan Siber Jadi Prioritas Ekonomi Nasional
Pembukaan DTI Series 2026 pada hari pertama, Rabu (5/8/2026), dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menegaskan bahwa keamanan siber kini menjadi prioritas utama dalam mendukung pertahanan ekonomi nasional. Ia menyoroti bahwa di tengah rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang berada di kisaran 3,5 persen, Indonesia mampu tumbuh di atas 5 persen, sehingga penguatan ekonomi digital perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur energi, mengingat kebutuhan pusat data dan pengembangan AI turut mendorong peningkatan permintaan energi nasional.
Dalam laporan sambutannya, Presiden Direktur Adhouse Clarion Events, Toerangga Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra strategis, kementerian, dan co-host yang telah mendukung terselenggaranya DTI Series 2026. Ia berharap penyelenggaraan tahun ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mempercepat langkah Indonesia menuju ekonomi digital yang lebih matang dan berdaya saing global.
Hari Kedua: Pemerintah Paparkan Peta Jalan Ekosistem Digital
Pada hari kedua, Kamis (6/8/2026), Kementerian Komunikasi dan Digital turut memaparkan peta jalan penguatan ekosistem digital nasional. Mewakili Menteri Komunikasi dan Digital, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa Indonesia tengah memasuki fase krusial transformasi digital menuju 2045, seiring target menjadi negara maju dengan produk domestik bruto (PDB) masuk peringkat lima hingga tujuh besar dunia. Ia memaparkan enam pilar strategi utama yang tengah dijalankan pemerintah, yaitu konektivitas melalui pemerataan infrastruktur jaringan internet hingga ke pelosok daerah, kompetensi melalui peningkatan kualitas talenta digital, serta katalisator untuk mendorong kolaborasi dan sinergi lintas sektor, di samping strategi permodalan, keamanan, dan kelembagaan.
Sebagai unsur pemerintah yang membidangi komunikasi dan transformasi digital, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A., turut menjadi bagian dari rangkaian pemangku kepentingan yang mendukung penyelenggaraan DTI Series 2026, sejalan dengan perannya dalam mendorong sinergi antar pemangku kepentingan guna mempercepat transformasi digital nasional serta memperkuat daya saing Indonesia di era digital.
Area Pameran Jadi Pusat Interaksi Pengunjung
Selain sesi konferensi, area pameran menjadi salah satu pusat perhatian selama penyelenggaraan DTI Series 2026. Ratusan perusahaan dan institusi menampilkan inovasi serta solusi digital melalui booth interaktif yang memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung, mulai dari demonstrasi produk, permainan interaktif, kuis berhadiah, hingga pembagian suvenir. Suasana pameran berlangsung dinamis sejak pagi hingga sore hari, dengan pengunjung yang aktif mengunjungi setiap booth, berdiskusi dengan para exhibitor, mencoba berbagai teknologi yang dipamerkan, serta mengikuti sesi presentasi yang berlangsung di area konferensi.
Interaksi tersebut menciptakan ruang bagi peserta untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan teknologi, sekaligus memperluas jejaring dengan berbagai pihak yang bergerak di bidang transformasi digital.
Momentum Kolaborasi Ekosistem Digital Indonesia
Penyelenggaraan DTI Series 2026 menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi, tetapi juga memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat. Melalui berbagai sesi diskusi, pameran inovasi, serta aktivitas interaktif yang diselenggarakan, acara ini diharapkan dapat menjadi salah satu momentum untuk mendorong terciptanya ekosistem digital Indonesia yang semakin maju, inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan.